Posted by: bwaseso | May 11, 2008

DFD atau Flowchart?

Kedua hal ini merupakan diagram yang akan membantu kita dalam mendesain suatu sistem komputerisasi. Untuk analisa dan pemrograman modern, kedua diagram tersebut sudah tidak banyak terpakai. Sudah mulai di tinggalkan, karena sudah lebih banyak menggunakan notasi UML.

Meskipun demikian, untuk pengembangan suatu aplikasi masih dapat digunakan. Kedua hal tersebut dapat dipakai sebagai notasi untuk menggambarkan suatu alur proses. Mana yang lebih dahulu dibuat? DFD kah atau Flowchart?

Menurut saya, lebih baik flowchart dahulu, mengapa? Flowchart lebih banyak menggambarkan alur suatu proses, proses yang terjadi pada suatu bagian ataupun antar bagian lainnya. DFD lebih banyak menggambarkan aliran data ketimbang suatu proses. Sebelum aliran data di gambarkan, terlebih dahulu kita mesti mengerti tentang proses yang terjadi pada suatu kegiatan. Bila sudah dapat menggambarkan DFD, pastinya sudah bisa menggambarkan alur prosesnya bukan?

Seperti halnya memulai makan misalnya. Dengan asumsi makanan telah dibuat dan tersedia di meja makan, maka langkah awalnya adalah menyiapkan perangkat makan itu sendiri. Setelah itu cuci tangan (kalau yang coboy ya ndak perlu cuci tangan lah…hehehe). Duduk yang baik, mengambil nasi dan lauk pauk serta sayuran (persiapan makannya komplit). Sesudah itu berdoa sebelum memulai makan, kemudian menyuapkan makanan dengan menggunakan sendok (kecuali yang coboy tadi ya). Bila mengalami kendala saat makan, hendaknya minum air. Bila ternyata masih terasa lapar, bisa melakukan penambahan nasi+lauknya. Selesai makan tentunya minum.
Seluruh kegiatan di atas adalah suatu rangkaian proses.

Nah kalau kita buatkan DFDnya, anggap nasi, lauk pauk, sayuran dan minuman merupakan data, maka aliran data akan mengalir dari piring ke dalam mulut. Dari mangkuk sayur ke piring kita, dari teko ke gelas kita.
Kita perlu tahukan aliran prosesnya sebelum menentukan aliran datanya.

Semoga bisa memberi pencerahan…

Leave a response

Your response:

Categories